Edisi Khusus

Senin, 20 April 2009

PRAM: Buku yang tak Pernah Selesai Dibaca

›
Oleh Muhidin M Dahlan “Buku dan pengarangnya adalah sebuah negara tersendiri” -- Alexander Solzhenitsyn PRAMOEDYA ANANTA TOER adalah buku. ...
1 komentar:

Pram, Angkatan Muda, dan Revolusi

›
Oleh Muhidin M Dahlan “Angkatan muda harus punya keberanian. Kalau tidak punya, sama saja dengan ternak yang hanya sibuk mengurus dirinya se...

9 Karya Pram Pilihan Indonesia Buku

›
Oleh Editor Ada yang bagus, ada yang buruk. Ada yang kualitasnya menjulang langit, ada yang datar-datar saja. Dari sekira 40 judul karya Pra...

Pengembaraan Anak-anak Ruhani Pram

›
Oleh Editor Anak-anak rohaninya merayap hidup tak bertepi cerca nista fitnah durhaka hadir bak menawar harga -- Ben Bela, “Itulah Ia”, 9 Des...

Yang Terancam Karena Anak-Ruhani Pram

›
Oleh Muhidin M Dahlan "Kamu jangan takut untuk maju dan bicarakan ide-ide kamu. Sekali kamu takut, kamu kalah." -- Pramoedya Anant...

Mata Pusaran: Yang Cacat, Yang Kembali

›
Oleh Muhidin M Dahlan Dalam tahanan-alam Buru, Mata Pusaran lahir. Ia adalah trilogi kedua dari sekuel novel jatuh bangunnya kejayaan dan ma...
4 komentar:

Yang Cantik Yang Tak Mudah (Di)Takluk(kan)

›
Oleh Muhidin M Dahlan Pramoedya Ananta Toer dan Orde Harto ibarat air dan minyak. Bukan saja keduanya saling mendelik dingin, tapi juga mela...

Pram, Srikandi, dan Seks

›
Oleh Muhidin M Dahlan “Nenek dan ibu saya menjiwai karakter semua perempuan kuat dalam tulisan-tulisan saya. Dan mereka menjiwai semua orang...

Ensiklopedia Kawasan Indonesia

›
Oleh Muhidin M Dahlan Memasuki perpustakaan Pram di lantai tiga rumahnya yang asri di Bojong Gede, Bogor, kita langsung dihadang sebarisan k...

Menggelinding: Pram yang Berkobar-kobar

›
Oleh Muhidin M Dahlan Buku gemuk ini terbit setelah usia Pram berumur sewindu. Judulnya aneh: Menggelinding. Menurut penerbitnya, Lentera Di...

Jalan Raya Pos: Beberapa Kritik

›
Oleh Diana AV Sasa Melihat kepiawaiannya mengaduk-aduk emosi pembaca melalui alur cerita yang runtut dan mengugah dalam Tetralogi Pulau Buru...
1 komentar:

Nyanyi Sunyi Pram di Perpustakaan Yogya

›
Oleh Fahri Salam Hingga Pram meninggal, karya-karyanya masih seperti sayup suara yang lerai di rumah-bahasanya sendiri. “Saya punya minat kh...
›
Beranda
Lihat versi web
Diberdayakan oleh Blogger.